Sudah siapkah kamu untuk mengadopsi hewan peliharaan?


Abis nulis 1 kalimat, truz delete. Nulis lagi kalimat lain, delete lagi. Segitu susahnya buat gue nulis kalimat awal sebuah cerita, hehehe... 
Anyway...
Ini bukan cerita sih tapi lebih ke guidelines untuk memutuskan apakah kamu siap mengadopsi hewan peliharaan, terutama untuk pemula, alias orang yang belum pernah punya hewan peliharaan sebelumnya.
Punya hewan peliharaan itu kelihatannya menyenangkan. Bener kok, memang begitu adanya, tapi di balik itu, ada juga susahnya. Nah, jangan sampai gara-gara hanya melihat senangnya saja, nanti begitu ketemu hambatan, hewannya dibuang atau dikasih orang, lebih baik kamu refleksi dulu ke diri sendiri, apakah sudah siap punya hewan peliharaan atau belum.
No automatic alt text available.
Madison, adopted by a super kind mom. Super juteks, so lucky of her to have a mom who loves her just they way she is.
Berikut ada 12 poin yang bisa ditanyakan ke diri sendiri, dan kalau semua jawabannya YA, maka kamu siap punya satu (ya satu dulu, jangan langsung adopsi 10 sekaligus ya gaes!)
1. Kamu yakin bisa berkomitmen lama?
Lama? Seberapa lama? Nah ini, kadang orang suka ga ngeh kalau kucing atau anjing bisa hidup selama 10 sampai 20 tahun loh, apalagi jika gizinya baik dan kesehatannya selalu dijaga. Coba tanya ke diri sendiri, situasi macam apa yang kira-kira akan terjadi 2 tahun ke depan, 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun? Banyak orang yang membuang hewan peliharaannya karena harus pindah rumah, pasangan baru tidak suka dengan hewan peliharaan, bercerai dengan pasangannya (ya, hewan peliharaannya jadi korban juga, bukan hanya anak-anak), kehamilan atau sudah melahirkan (ini akan gue bahas juga tapi ga sekarang ya), kesulitan keuangan, pekerjaan baru, sudah pensiun, terkena penyakit berat, dan lain-lain. Mengadopsi itu adalah tanggung jawab jangka panjang.
2. Kamu tinggal sendiri, berdua atau rame-rame?
Kalau kamu tinggal sendiri, keputusan ada di tanganmu sendiri. Tapi kalau kamu tinggal dengan pasangan, atau rame-rame dengan anak-anak, orang tua, kakek-nenek, misalnya, kamu harus mendiskusikan keputusanmu untuk mengadopsi ini dengan mereka semua. Kalau ada yang tidak setuju, batalkan. Oh ya, kalau sampai kamu mengadopsi atas permintaan anak yang menginginkan hewan peliharan dan dia sudah berjanji akan merawat, percayalah itu cuma berlaku untuk bulan-bulan pertama saja. Selebihnya siap-siap kamu yang akan merawat hewan tersebut -- termasuk memandikan (jika tidak panggil groomer) dan membersihkan poo dan pee-nya.
Image may contain: one or more people, people sitting and dog
Rachel, adopted by a loving family. Now living like a boss in da house.
3. Siapkah kamu merubah gaya hidup?
Jika sudah mengadopsi hewan, keberadaan mereka akan memaksa kamu untuk merubah gaya hidup. Hewan peliharaan butuh perhatian dan kasih sayang. Kalau kamu belum siap untuk merubah gaya hidupmu dan menyesuaikan dengan kebutuhan hewan peliharaan ini, mungkin belum saatnya kamu adopsi hewan.
4. Kamu tinggal di apartemen atau rumah?
Pertanyaan ini penting karena setiap hewan punya kebutuhan yang berbeda dengan yang lain. Misalnya kucing dan anjing. Kucing lebih mudah beradaptasi dengan ruang yang kecil sementara anjing lebih cocok untuk ruang yang lebih besar. Anjing butuh olahraga sehingga, idealnya, dia harus dibawa jalan setiap hari.
5. Rumahmu milik sendiri atau sewa?
Kalau jawabannya milik sendiri, skip aja pertanyaan ini, hehehe… Ini untuk yang rumahnya sewa. Banyak orang nggak ngeh bahwa mereka harus tanya dulu ke pemilik rumah apakah boleh memelihara hewan di rumah tersebut. Ada yang memberi ijin dan ada juga yang tidak, dengan alasan masing-masing. Ada yang tidak mengijinkan karena takut hewan akan merusak furniture/pintu/gorden rumah, ada juga yang tidak mengijinkan karena takut bau kotoran dan dikomplen tetangga. Jadi sebaiknya ditanyakan dahulu supaya tidak ada masalah di kemudian hari.
6. Siapkah kamu jika ada kerusakan barang-barang di rumah?
Ketika kamu memutuskan untuk membawa pulang hewan peliharaan, berikan dia waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Nah dalam periode adaptasi ini, kerusakan-kerusakan kemungkinan akan terjadi. Misalnya: furniture dikerokoti (bahasa apa ini hehehe), banyak bulu menempel di sofa dan bertebaran di lantai, benang pada pakaian tertarik, ada muntahan di carpet/lantai, dan bau-bau ga jelas. Harus sabar dan sabar ya dalam menghadapi ini semua. Puk puk.


Pintu rumah yang hancur dibolongin. Ga boleh kesel, ga boleh marah. Sabaaaarrrr! 😭😭😭
7. Apakah kamu atau orang di rumah memiliki alergi?
Banyak orang yang ga sadar bahwa ada anggota keluarga yang memiliki alergi. Cari tahu dulu mengenai alergi ini sebelum memutuskan untuk adopsi. Alternatif lain yang bisa diambil adalah menjadi foster family (memelihara sementara) untuk komunitas penyelamat hewan, atau bahasa kerennya, rescue group, atau juga shelter di kota kamu. Kalau ga ada kesempatan fostering, coba bantu teman yang punya hewan peliharaan untuk menjaga selama pemiliknya pergi. Dalam periode itu, kamu bisa cek seberapa besar toleransi kamu pada hewan peliharaan.  
8. Keuangan kamu stabilkah?
Kalau di awal kamu sudah mengeluh soal biaya adopsi, apalagi biaya-biaya yang kelak harus kamu bayar jika kamu jadi mengadopsi. Makanan, pasir kucing (untuk kucing, pastinya), perawatan grooming, sisir, kalung, tali anjing (leash), kandang, mainan, perawatan ke dokter jika sakit, vaksinasi, dll., itu semua kalau ditotalin jadinya mahal loh. Ada teman gue yang makanan kucingnya lebih mahal daripada makanan dia.
9. Kalau kamu bepergian, apakah kamu sudah tahu siapa yang bisa kamu percaya untuk menjaga hewan peliharaan kamu?
Sebelum mengadopsi, cari tahu orang yang bisa kamu percaya untuk merawat hewan peliharaan kamu. Bisa juga titip ke tempat penitipan atau memanggil dog/cat sitter ke rumah. Cari yang benar-benar bisa menjaga hewanmu, jangan sampai kabur karena keteledoran sang penjaga.
10. Dapatkah kamu luangkan waktu untuk hewan peliharaanmu?
Kamu harus yakin bisa meluangkan waktu dan tenaga untuk merawat hewan peliharaanmu setiap hari. Kamu ngeh nggak, bahwa hewan pun bisa bosan, sama seperti manusia? Hewan yang mengalami kebosanan bisa jadi akan depresi dan menimbulkan masalah perilaku. Hewan senang bermain, berlari-lari, diajak bicara atau curhat dan dipeluk. Penting bagi mereka untuk bersama pemiliknya supaya mereka lebih seimbang dan kamu juga lebih menikmati bersama dengan mereka.  
11. Kucing atau anjing ya?
Kalau kamu sedang memilih untuk mengadopsi kucing atau anjing, cocokkan dengan gaya hidup kamu. Anjing merupakan hewan sosial yang memerlukan olahraga setiap hari dan agak sulit ditinggal sendirian untuk periode waktu yang lama. Sementara, kucing lebih suka menyendiri dan mereka mudah beradaptasi dengan ruangan yang kecil. Pelajari dulu karakter hewan karena setiap kebutuhan hewan berbeda yang dipengaruhi oleh perbedaan usia, ukuran dan ras/jenis, serta kebutuhan untuk berolahraga, grooming dan masalah kesehatan yang mungkin akan muncul.
12. Hewan peliharaan selain kucing dan anjing?
Selain kucing dan anjing, ada juga hewan peliharaan lain seperti burung, marmut, reptil dan ikan. Pelajari kebutuhan yang harus disediakan karena hewan-hewan ini memerlukan lingkungan dan makanan yang khusus serta perhatian setiap hari dan kemungkinan biaya yang akan dikeluarkan untuk semua ini juga tinggi.

Nah, sudah jawab semua pertanyaan di atas? Gimana, udah yakin dengan keputusan mengadopsi?
Semoga ini bisa membantu kamu-kamu yang masih galau, hihihi…

Berikut foto dari salah satu hewan yang telah teradopsi dengan suksyes. Paling senang jika melihat anjing yang dulunya jelek dan berkeliaran di jalan, berubah menjadi anjing yang cakep dan disayang mama papanya. 


Cedric with his Mom and Dad, now living like a prince. 

Artikel sudah dimodifikasi dan ditambah informasinya sesuai dengan kondisi di Indonesia pada umumnya.
Foto-foto yang ada di blog post ini adalah milik pribadi dan foto Cedric adalah milik papa-mamanya dan sudah diberikan ijin untuk dipakai. 



Comments

  1. Kereeen....selamat blogging mbak carol. Bagus tulisannya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Yang lagi heboh: KUCING GEMBEL-nya Pandji

#KontingenKebaikan, sebuah pesan penting